Pilih satu aktivitas rutin, misalnya menyikat gigi, mencuci piring, atau berjalan singkat. Tujuannya adalah mengamati setiap detail tanpa menilai.
Fokus pada sensasi saat melakukan tugas: tekstur, suara, suhu, dan gerakan tubuh. Menyadari hal-hal kecil membantu mengalihkan perhatian dari autopilot.
Cobalah melakukan aktivitas dengan kecepatan sedikit lebih lambat dari biasanya agar lebih mudah memperhatikan setiap langkah. Perlambatan ini bukan kewajiban, melainkan latihan memperhatikan ritme.
Gunakan kata jangkar singkat seperti ‘hadir’ atau ‘saat ini’ untuk membantu mengembalikan perhatian bila pikiran melompat. Ucapkan dalam hati sebagai pengingat lembut.
Berlatih satu tugas penuh tanpa multitasking dapat membuat hari terasa lebih ringan dan terstruktur. Pilih momen transisi—seperti berpindah dari satu tugas ke tugas lain—untuk jeda singkat dan bernapas.
Praktik harian ini fleksibel: mulai dari satu menit dan naik secara bertahap sesuai kenyamanan. Kuncinya adalah konsistensi dan niat sederhana untuk hadir dalam kegiatan sehari-hari.
